Bush dan penyakit ndagel

Saddam divonis hukuman gantung karena kejahatannya membantai 148 warganya tahun 1982. Sementara Bush, yang bertanggungjawab atas terbunuhnya sekitar 650.000 rakyat irak (tanpa menyebut angka korban perang afghanistan dan juga korban ledakan WTC, yang diduga kuat didalangi sendiri oleh pemerintah AS) masih bebas berkeliaran. Harusnya, jika 148 nyawa adalah hukuman gantung maka Bush paling tidak mestinya sudah digantung hingga 4391 kali! Faktanya, dia masih seger buger. Malah mau jalan-jalan ke Bogor. Inilah dagelan dunia.  

Pemerintah Indonesia juga ikut-ikutan ndagel. Demi untuk menyambut kedatangan kriminal Bush ini, pemerintah mengobrak-abrik Kebun Raya Bogor agar heli yang nantinya membawa sang kriminal dapat mendarat mulus. Pernahkah anda membayangkan pemerintah Indonesia akan melakukan hal yang sama terhadap “teroris” Osama bin Laden? Tidak, kan?! Sebab, itu berada di luar batas rasionalitas. Lha derajat teroris Bush itu ribuan kali lebih tinggi daripada Osama. Maka, adakah kata lain selain kata “ndagel” untuk mensifati pemerintah Indonesia yang lucunya minta ampun ini?!

Ketua MPR juga ikut-ikutan ndagel. Setelah melawak bahwa Amerika tidak bisa mendikte negara Indonesia dengan cara apapun, beliyaow meminta warga Indonesia tetap menghormati dan menyambut baik rencana kedatangan Bush 20 november mendatang. Wuakakakaka… Rolling on the floor sepuasnya deh!  

Khatimah: penyakit ndagel ternyata menular. Bahkan jika anda tidak tertawa saat membaca coretan ini, kemungkinan besar anda juga telah positif terinfeksi.

~ by ahmad nadhif on November 8, 2006.

Leave a Reply