tiga purnama lagi
aku,
akan pergi untuk sebuah janji
biarkan sunyi merengkuh rumah ini
ke dalam dekapannya yang dingin
barangkali sedingin kota mati
kau,
masih bisa tinggalkan jejak di pekarangan
hanya saja akan kusembunyikan di kebun belakang
biar saja para kafilah penasaran
seperti halnya ketika mereka mereka-reka seraut wajah
di sebalik burqa
kita,
semoga bisa bertemu kembali di sini
mengukir cerita segala rasa
dalam secangkir kopi tubruk tanpa gula
yang pahitnya terasa manis
karena kita saling memandang
di sini, tunggu sekitar tiga purnama lagi.

Leave a Reply