ketika listrik padam

when we are out there in the dark
we’ll dream about the sun
in the dark we’ll feel the light
warm our hearts, everyone

(diana ross, if we hold on together)

akhir-akhir ini kampungku sering jadi korban pemadaman listrik. bikin agak susah memang. nggak bisa nyetrika, nyalain komputer, nonton tv, ataupun nge-charge hp. bahkan untuk lingkar-diskusi malam pun harus puas dengan kelebatan cahaya lilin.

tapi di luar rumah ada pemandangan yang berbeda. langit tampak lebih cerah, hingga warna birunya terlihat jelas. dan bintang-bintang yang bertaburan itu, seperti mutiara-mutiara yang ditebar begitu saja, jauh lebih benderang dari biasanya. apalagi jika kebetulan purnama datang, bertengger di atas kebun tebu yang sedang berbunga. sempurna!

duduk di teras. kopi panas. melamunkan masa kecil. aku tiba-tiba rindu main bola di pelataran, di malam terang bulan. berhamburan menceburkan diri di kolam depan masjid, membersihkan badan. lalu tidur nyenyak dalam dekapan mimpi dan rasa lelah.

~ by ahmad nadhif on June 15, 2008.

One Response to “ketika listrik padam”

  1. Alhamdulillah masih bisa duduk di teras. Hayo bayangin, jaman Nabi SAW setrika pake apa coba?? Nonton TV, stasiun TV mana yang udah siaran coba?? Kalau ada, pastilah para sahabat macam Ustman yang punya saham di electric factory-nya. Dan Bill Gates pun kalah!!

    >> kalah, udah gitu masuk Islam ya rend? :)

Leave a Reply