..di rumahmu..

Because I could not stop for Death,
He kindly stopped for me;
The carriage held but just ourselves
And Immortality.

seakan bukan dickinson yang mengucapkan, tapi kau. bergetar aku mendengarkan kalimat-kalimatmu, patah demi patah. tentang penderitaan jasadi dan ketentraman ruhani yang datang bersamaan. tentang bayangan-bayangan manusia yang sesekali datang seperti menunggui, dan menasehati. tentang dialog-dialogmu denganNya meski hanya tentang seteguk air. tentang rindumu menghadapNya, juga ikhlasmu. tentang mimpi-mimpi yang seperti dihadiahkan untuk menghiburmu. tentang doa dan dzikir-dzikir panjangmu. tentang kenangan-kenangan masa lalu..

Rabb,
aku tahu bahwa apapun keputusanMu, itu adalah yang terbaik. tetapi padaMu, aku berharap dia akan sembuh, dan kembali meneruskan perjuangannya mengibarkan benderaMu. salahkah itu, wahai asy-Syafi’?

plosokerep, 27 ramadhan 1429

~ by ahmad nadhif on September 28, 2008.

Leave a Reply