celaka ulang tahun, PBB!

(Kado ultah untuk PBB, dan hadiah untuk Indonesia yang baru terpilih menjadi anggota DK)

Judul di atas saya pilih karena saya tidak menemukan kosa kata yang tepat untuk menjadi antitesa dari kalimat “Selamat ulang tahun, PBB” tanggal 24 oktober kemaren. Emosional? Biarin. Yang jelas, kalimat itu berangkat dari sebuah kelucuan global yang built in dalam organisasi PBB, yang selama ini membuat saya terpingkal sekaligus geram. Terpingkal, karena memang PBB itu lucu. Geram, karena meski sudah banyak yang menyadari kelucuan tersebut, tetapi tidak juga ikut terpingkal, malah manthuk-manthuk!

Bagaimana tidak lucu, PBB itu didirikan oleh bangsa-bangsa Barat yang ngakunya memandang umat manusia sebagai setara dan mempunyai hak yang sama di depan hukum. All men are created equal, kampanye mereka pada dunia. Namun, ketika mendirikan PBB, organisasi yang maunya menampung seluruh bangsa yang ada di permukaan bumi, bagaimana bisa mereka mendesain AD/ART-nya agar para anggota PBB itu tidak setara?!

Dalam PBB ada dua lembaga yang berhak mengeluarkan resolusi: Majelis Umum dan Dewan Keamanan. Di dalam Majelis Umum, semua anggota PBB, yang saat ini berjumlah 191 negara, mempunyai hak yang sama ketika mengeluarkan resolusi. Tidak ada bedanya antara Amerika dan Indonesia. All nations are created equal. Tetapi permasalahannya adalah bahwa resolusi yang dikeluarkan Majelis Umum itu has no legal binding, keputusannya tidak mengikat. Ini diperkuat dengan fakta bahwa main verbs (kata kerja utama) dari kalimat-kalimat yang menggambarkan 9 fungsi Majelis Umum hanyalah sekedar 1. mempertimbangkan dan membuat rekomendasi, 2. membahas, 3. membahas dan membuat rekomendasi, 4. memprakarsai dan membuat rekomendasi, 5. membuat rekomendasi, 6. menerima dan mempertimbangkan, 7. mempertimbangkan dan menyetujui, 8. memilih, dan 9. memilih. Lengkapnya bisa dilihat di sini

Jadi, ibarat macan, resolusi Majelis Umum itu adalah macan ompong yang bisanya cuma nglamuti gudir he he. Jika ada sebuah negara (yang paling sering sih Israel) yang dikenai resolusi tertentu oleh Majelis Umum PBB, kemudian negara itu meresponnya dengan kalimat “emang gue pikirin!” alias tidak menggubris isi resolusi tersebut, PBB tidak akan bisa memberi sanksi apa-apa. Dengan kata lain, resolusi Majelis Umum itu sebenarnya cuma seruan moral belaka, yang bila dilaksanakan ya syukur, mboten dipun lampahi nggeh monggo kerso. Walhasil, kesetaraan kedudukan anggota PBB dalam Majelis Umum sebenarnya tidak bermakna apa-apa kecuali sekedar dibuat gaya-gaya-an saja.

Berbeda dengan resolusi Majelis Umum, resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Negara mana saja yang berani coba-coba membangkang resolusi Dewan Keamanan, bakal terancam digempur pasukan multinasional. Opo ora wedhi?! Karenanya, ibarat macan, resolusi Dewan Keamanan itu adalah macan yang berotot kawat tulang besi, kulit seng, dan gigi pedang naga puspa he he. Serem! (Korea Utara mesti hati-hati tuh). Masalahnya adalah bahwa tidak semua anggota PBB berada di Dewan Keamanan ini. Hanya 15 negara, dari total 191 negara, yang memiliki kursi di DK! Lima belas negara itu pun masih dibagi lagi: 10 anggota tidak tetap dan 5 anggota tetap. Anggota tidak tetap dipilih 2 tahun sekali oleh Majelis Umum (Indonesia baru saja terpilih. Pemerintah dengan PD-nya kemudian menyatakan akan membuat kebijakan PBB lebih adil); sementara anggota tetap tidak perlu ada pemilihan. Karena namanya saja sudah anggota tetap, sak jek jumblek ya tetep nongkrong jadi anggota. Mereka adalah Amerika (negara yang diduga kuat meledakkan sendiri gedung WTC-nya kemudian mengkambinghitamkan “teroris” dan akhirnya mengumbar perang kesana kemari menewaskan ribuan kaum muslim), Inggris (negara yang begitu setia menemani Amerika dalam memerangi kaum muslim), Perancis (negara yang di samping ikut membumihanguskan Afghanistan juga melarang penggunaan jilbab di tempat-tempat umum), Rusia (negara yang sampai sekarang tidak henti-hentinya menghajar kaum muslim Chechnya) dan Cina (negara yang pernah mengejar-ngejar kaum muslim di Xinjiang).

Seperti yang sudah ma’luumun bidh dharuurah, anggota-anggota tetap Dewan Keamanan ini mempunyai hak istimewa bernama VETO, yaitu hak untuk menolak keputusan sidang. Gamblangnya, meski seandainya 14 negara anggota Dewan Keamanan sepakat akan mengeluarkan resolusi tertentu terhadap negara A (biasanya Israel), jika ada satu di antara anggota pemegang hak veto tidak sepakat (biasanya Amerika), resolusi itu tidak akan pernah dikeluarkan. Tidak akan pernah!

Lebih jauh, seandainya salah satu dari negara pemegang veto membuat kisruh di muka bumi (contoh: Amerika), bisa apa Dewan Keamanan PBB?! Mau mengeluarkan resolusi? Itu tidak akan pernah terpikir sebab memang tidak realistis. Bagaimana meresolusi sebuah negara yang mempunyai hak untuk menolak resolusi? Ini bener-bener dagelan global, Sodara!

Di sinilah, konsep kesetaraan yang diagung-agungkan dan dikampanyekan bangsa-bangsa Barat itu menjadi habaa’an mantsuuraa, debu yang beterbangan, nothing. Praktis, dari 191 negara anggota PBB, 176 di antaranya tidak memiliki kekuatan apa-apa selain untuk “ngobrol” dan 10 negara lainnya memiliki sedikit kekuatan yang sewaktu-waktu bisa hilang karena veto. Nyatalah, bahwa PBB itu bukan milik semua anggotanya, melainkan milik 5 anggotanya saja. Sesumbar Pemerintah Indonesia untuk membuat kebijakan PBB lebih adil hanya akan tinggal sesumbar tanpa kenyataan.

Bukankah semua ini lucu? Lalu mengapa 186 negara anggota PBB tidak tertawa dan bahkan menerima fakta menggelikan ini sebagai sesuatu yang tauqifi atau taken for granted? Bukankah itu bikin geram? Dan bukankah semakin membuat geram jika sampai saat ini PBB masih saja berdiri dan tidak segera dibubarkan? Celaka ulang tahun, PBB!

~ by ahmad nadhif on October 31, 2006.

3 Responses to “celaka ulang tahun, PBB!”

  1. […] senjata nuklirnya. Ah, kerinduan pungguk pada rembulan. Ingat, meskipun keputusan DK PBB itu mengikat (tidak sebagaimana resolusi majelis umum), PBB tidak mempunyai pasukan sendiri yang bisa digunakan […]

  2. eh..
    lu nyah terlalu bgd nulis dengan point of view ISlam di cecer mulu ma negara2 yang kebanyakan Kristen… tp gw pikir kenapa bisa gtu? mungkin karena umat Muslim yang punya ajaran yakni “jihad” yang ekstrim membumihanguskan umat non muslim kali ya.. makanya mereka buat spt itu.. tp tunggu dulu untuk AS, kenapa berfikir seperti itu menurut tulisan anda? gw pikir ga mungkin lah AS bombardir gedungnya sendiri.. ini masalah politik dan kambing hitam itu tidak ada selain kebenaran bahwa negara2 ISlam (i cant write the state) yang memang memborbardir gedung WTC..

    above of all… hanya Tuhan yang taw kebenaran yg sebenernya, jadi kaLo menerka2 musti punya landasan yang kuat untuk menganalisa🙂

    GOD BLESS

    >> tentang konspirasi AS di balik peledakan WTC sdh banyak diungkap para pakar. september 2008 ini, buku kesekian yg membahas tentang itu akan terbit. judulnya THE 9/11 MYSTRY PLANE AND THE VANISHING OF AMERICA, oleh Mark H. Gaffney. tentang jihad, sepertinya anda harus merujuk pada referensi2 primer, yg lebih otoritatif. smg Tuhan menunjuki anda jalan yg benar.

  3. sepakat…,saya pikir keberadaan PBB hanya melegitimasi dari kebrengsekan dari negara barat…hal ini tidak hanya terjadi pada tataran DK ataupun majelis umum PBB melainkan juga ICJ (international court of justice) atau yg biasa disebut sebagai mahkamah internasional yg bertugas untuk memutuskan sengketa dari 2 negara atau lebih yg bersengketa.Jika kita melihat komposisi dari 15 hakim yg ada dalam struktur ICJ,negara yg memiliki hak veto tersebut memiliki jatah yg tidak bisa diganggu gugat…sehingga apalagi yg kita harapkan dari PBB melihat realita yg terjadi di lapangan..semua hanyalah propaganda untuk membuat semakin lemah negara ke-3 atau negara miskin melalui operasi yang terancang rapih…
    bubarkan PBB saat ini juga yg merupakan organisasi internasional yg melegitimasi penjajahan dengan gaya kontemporer…

    by: masyarakat jurusan hubungan internasional universitas padjadjaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: