(almost) sleepless in kuncup indah

ghost.png

usianya baru sekitar 16 tahun, seumuran Gadis. sampai sekarang aku tidak tahu namanya. yang jelas, semalam ia membuatku nggak bisa tidur. dia kesurupan jin setelah bersama dengan teman-teman mesumnya berpesta minuman keras, tepat di rumah belakang kontrakanku.

sekitar jam 02 dini hari, seorang tetangga dengan hati-hati membangunkanku (padahal baru satu setengah jam aku terlelap), mengabarkan tentang jin yang merasuki gadis belia itu. ada panik di wajahnya. ngantukku tiba-tiba hilang.

tetangga itu mengajakku ke sebuah kamar. gadis belia itu terbaring meronta dipegangi tiga orang temannya. tidak satupun yang aku kenal, mereka bukan penduduk setempat. bau alkohol menyergap hidungku. agak pusing di kepala. dalam hati aku berkata, “syukurin!”. ah, jahatnya.

bacaan al-quran membuat keadaan berangsur tenang. gadis itu akhirnya terlelap dengan pulasnya. aku pun kembali mengantuk, dan pamit pulang. tidur lagi. hampir pukul 03.00.

kira-kira 03.30 pintu kontrakan kembali diketuk dengan hati-hati. rupanya, sang jin bangkit lagi.

lantunan ayat-ayat ruqyah kali ini kubarengi dengan sentuhan telapak tangan di keningnya. ia meronta-ronta. hatiku agak gemetaran. ini pertama kalinya aku berurusan dengan jin iseng.

aku menanyakan siapa namanya. jawabannya tidak jelas. ah, biarin. peduli amat.

“agamamu apa?” tanyaku kemudian.
“kristen”
“masuklah islam, kamu akan selamat”
“tidak mau”

maka keluarlah ilmu kristologiku. panjang lebar aku menjelaskan kalau Yesus itu hanya nabi dan bukan Tuhan. tapi dasar jin lemoth (atau penjelasanku yang bertele-tele?), tetap aja dia nggak mau masuk Islam.

“oke, kalo begitu sekarang juga kamu harus keluar dari tubuh gadis ini!”
“ngrhrrr”
“keluar!”
“ngrhrrr”
“keluar, atau kurobek-robek ususmu!” (begini deh kalau kebanyakan nonton Tukul)
“nghrrrrr”
“ya udah, ini maumu”

ayat-ayat ruqyah kembali memenuhi ruangan. jin ndablek itu kembali meronta. hingga akhirnya…ketika surah al-ikhlas berulang-ulang aku baca, jin itu menangis dan menyebut “Allah..Allah”.

Alhamdulillah-Subahanallah, setelah itu ia dengan lancar mengucap dua kalimah syahadah.

Adzan subuh berkumandang. gadis belia itu kembali terlelap. aku ke masjid. pulangnya, ustad sofyan kubawa serta, memastikan bahwa sang jin (yang sudah jadi saudara karena keimanannya) benar-benar akan segera pulang ke papa-mamanya.🙂

09.00 pagi (kira-kira).
“bagaimana, mbak, rasanya?”
“capek sekali, mas,” jawab gadis belia itu. kali ini dengan suaranya sendiri.

semoga ini menjadi pelajaran bagiku, baginya, bagi teman-temannya, bagi kita semua. be nice to Him; keep in touch with Him, itu pelajarannya.

~ by ahmad nadhif on February 26, 2007.

One Response to “(almost) sleepless in kuncup indah”

  1. yang aku heran, usianya baru sekitar 16 tahun! setelah kubagi cerita ini dengan Gadis, dengan entengnya dia bilang,

    ah, mas. itu sudah biasa!”

    bahkan kata Yuni, teman sepermaian Gadis, salah satu di antara banyak anak-anak SMP korban free sex dan minuman keras adalah teman sekolahnya sendiri!!

    maka benarlah apa yang dikatakan oleh kakek dari jonggring salaka itu,

    “hidup tanpa syariah, kita ini jadi binatang!”

    ah, bangsaku yang sakit begitu parah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: