mengadili demokrasi vs khilafah

BRODIN : apakah kau menolak demokrasi karena kennedy ditembak mati dan reagen pun mengalami percobaan pembunuhan?

BEJO : tidak

BRODIN : lalu mengapa kau tolak khilafah dengan alasan umar dan utsman dibunuh orang?!

BEJO : (..diam..)

BRODIN : apakah kau menolak demokrasi karena amerika pernah mengalami perang saudara yang berdarah-darah?

BEJO : tidak

BRODIN : lalu mengapa kau tolak khilafah dengan alasan meletusnya peristiwa assyura di karbala dan chaos saat naiknya abu abbas ash shafah?!

BEJO : (..diam..)

BRODIN : apakah kau tolak demokrasi karena SBY menaikkan harga BBM hingga kemiskinan di negeri ini semakin meningkat?

BEJO : tidak

BRODIN : lalu mengapa kau menolak khilafah dengan alasan yazid memerintah dengan kedhaliman?!

BEJO : (..diam..)

BRODIN : aku menolak demokrasi karena konsepnya memang busuk. sangat busuk. maka jika kau menolak khilafah, tolaklah karena konsepnya, tanpa menyebut-nyebut kesalahan sebagian orang yang salah dalam menerapkannya. itu jika kamu bisa. kalau tidak bisa, ke laut saja sana!!

BEJO : ngapain?

BRODIN : cari kerang!!

BEJO : cari kerang?? hyuuk..

* tunggu, brodin akan mengungkap kebusukan demokrasi. bukan dalam waktu dekat, tapi insyaAllah dalam bulan ini.

~ by ahmad nadhif on March 6, 2007.

16 Responses to “mengadili demokrasi vs khilafah”

  1. Dheef, aku emoh khilafah karena karena lebih banyak orang yang poantas menjadi presiden daripada khalifah… grrrrrrrrr
    Aku menolak khilafah karena agama menjadi basis rasisme baru dalam politik…hehhhhhhhhhhhhhhhhhh
    Aku menolak khilafah karena mengakunya ini syariah padahal hanya karangan belaka… ahhhhhhhhhhhhhhh
    So, beri tahu aku Dhif, apakah prinsip-prinsip khilafah yang kira-kira menurutmu bisa meyakinkan diriku untuk gabung HTI?

  2. superpower pengganti amrik cuma khilafah doang, khilafah berdiri bukan atas nama partai apapun kalo bukan KHILAFAH mau peke apa coba coba LU PIKIR 40 hari 40 malam udah terbukti mampu MENGGUSUR ROMAWI en PERSIA sampe-sampe sejarah KHILAFAH ama sistem pendidikan kita gak DIPERKENANKAN DIAJARKAN DI SEKOLAH blum apa-apa udah pada takut tuh!

  3. LU ORANG YANG AGAK PARANOID RIF! ILANGIN PIKIRAN KAYA GITU BISA-BISA LU BERUBAH JADI TITISANNYA HITLER!

  4. REVOLUSI SEMAKIN BECEK

    detik-detik gemuruh
    revolusi jilid kedua
    bendera-bendera hitam berkibar
    bermula di bumi gemah ripah loh jinawi
    bendera-bendera yang ditancapkan
    pembebasan dunia
    disuarakan di puncak tebing
    empat puluh sahabat
    menitis dalam tubuhku

  5. waduh, ditinggal mudik malah kebanjiran komentar🙂 makasih pak arif, makasih mas (mas apa pak neeh?) nanda.

    pak arif,
    1. barang bagus itu memang lebih sulit dicari daripada barang rongsokan kok. apa njenengan pengen cari barang rongsokan dengtan alasan mudah mendapatkannya? he he.
    2. basis rasisme baru? justru khilafah akan menyatukan berbagai macam ras yang selama ini terkotak-kotakkan oleh paham nasionalisme! jika yang panjenengan maksudkan dengan kata “rasisme” itu adalah dominasi islam atas semua ideologi dan agama lain, bukankah itu adalah wujud dari “liyudzhirullahu ‘ala addiini kullih”? walau karihal kaafiruun..
    3. karangan? karangan siapa? please elaborate this one, sir! interesting. saya harap alasannya tidak sekedar “dalam al-quran tidak ada kata khilafah”. memangnya sumber hukum islam itu hanya al-quran saja? lagian, alasan seperti itu sih alasan orang tekstualis. yang dipikirkan cuma ada teksnya atau tidak. tul nggak?
    *saya terus berdoa agar panjenengan suatu saat nanti termasuk orang-orang yang membela khilafah. kalo toh tidak bisa, saya berharap pada anak turun njenengan (jangan ketawa, ini suerius lho, pak).

    pak (mas) nanda,
    pak arif bukan org yang paranoid kok. saya kenal beliau lumayan baik. tahun lalu sudah panjang lebar kami diskusi soal khilafah dan syariah. hasilnya? ya..gitu deh.
    oya, puisinya keren. makasih ya.
    selamat berjuang, akhi kariim.

  6. http://emarwanta.multiply.com/journal/item/11/Demokrasi_memang_kenapa

    Saya diskusi dengan teman-teman yg mencaci demokrasi, mempertentangkan demokrasi dg Islam, atau mengadu argumentasi antara demokrasi dengan khilafah. Demokrasi itu haram dan najis, sistem kufur, katanya.

    Mereka berpendapat, karena demokrasi itu filosofinya kedaulatan di tangan rakyat, bukan di tangan Allah. Kemudian juga mencela orang-orang yang terlibat dalam demokrasi (pemilu dalam sistem kenegaraan saat ini).

    Saya bertanya,”Antum percaya surga? Ingin masuk surga?” (Loh apa hubungannya surga dengan demokrasi?)

    Ketahuilah, lanjut saya, terminologi ”surga” itu dari konsep Hindu, yaitu swarga. Kalau merujuk filosofi kata surga ini, tentu sebagaimana konsep Hindu. Ini masalah aqidah, masalah akhirat. Kenapa kita enjoy saja menyebut surga utk jannah? Kenapa tidak dikatakan surga itu kufur?

    Kata surga telah menjadi terminologi umum. Orang Hindu menyebut surga dg perspektifnya. Orang Kristen juga demikian. Pun kita orang Islam, menyebut surga dg konsep dan perspektif Islam, sebagaimana jannah dalam Al Qur’an.

    Nah, kembali ke masalah demokrasi. Demokrasi itu telah menjadi terminologi umum. Demokrasi merangkum kebebasan berbicara termasuk kebebasan dalam dakwah, keadilan dsb. Ketika kita menuntut demokrasi, bukan hendak menolak kedaulatan Allah. Orang Barat berbicara demokrasi dg konteks nilai yg dianut. Kita bicara demokrasi dalam konteks nilai kita juga. Demokrasi dalam masyarakat yg sholih akankah membuat kesepakatan bathil? Jawabnya jelas: tidak akan.

    Saya bukan pengusung demokrasi, juga bukan pengecam demokrasi. Tetapi memadang bahwa demokrasi itu kontekstual, ada bingkai nilai. Demokrasi tdk dibenturkan vis a vis thd Islam.

    Kemudian yang juga menarik adalah masalah negara bangsa dan khilafah. Adakah kontradiksi negara bangsa dg Islam? Juga tentang banyaknya persepsi tentang khilafah. Insya Allah di seri selanjutnya.

    ————-
    pak marwan yang baik,
    kata “tuhan” boleh dipake dalam semua agama. begitu juga dengan “doa”, “surga”, dan “neraka”. tentu dengan konsepnya masing-masing. no problem. tetapi, bisakah kita membayangkan bahwa orang islam menggunakan kata “misa” untuk menyebut “sholat jum’at” dan orang budha tiba-tiba menggunakan kata “masjid” untuk menyebut “wihara”? tidak, bukan?

    begitulah, pak marwan yang baik.
    ada kata-kata tertentu yang bersifat netral (dalam artian bahwa masing-masing agama/ideologi mempunyai hak untuk menggunakannya, meski masing-masing mempunyai konsep sendiri2), tetapi ada pula yang bersifat khas dan value-laden. untuk yang terakhir ini kita tidak boleh sembarangan menggunakannya. Allah pernah melarang para sahabat untuk memanggil rasulullah dg sebutan “raa’inaa” (pandanglah kami ya rasul) dan memerintahkan mereka menggunakan sinonimnya, yaitu “undzurnaa”, semata-mata karena kata “raa’inaa” sering diplesetkan oleh orang2 yahudi menjadi “ruu’unaa, yang berarti sebuah celaan. bisa dibayangkan (lagi-lagi saya menggunakan kata ini :>) seandainya para sahabat itu menyebut rasulullah dg “ruu’unaa” dan mereka menyatakan bahwa apa yang mereka maksudkan dengan “ruu’unaa” bukanlah celaan melainkan sama artinya dengan “undzurnaa”?

    nah,
    demokrasi adalah sebuah kata yang sudah mempunyai makna yang jelas, sebagaimana sekularisme, pluralisme, atheisme, dan teokrasi. ide dasar dari demokrasi adalah bahwa rakyatlah, dan bukannya Tuhan, yang berhak menentukan hukum, baik-buruk dan benar-salah. batas kebebasan dalam demokrasi adalah kebebasan orang lain (bukan hukum syara’ sebagaimana dalam islam); keadilan dalam demokrasi tentu juga berbeda ukurannya dengan keadilan dalam islam. karena itu, sangat naif jika kemudian kita menyerukan bahwa dalam islam ada demokrasi.

    ahh,
    tapi setidaknya kita sepakat bukan, bahwa jika demokrasi itu adalah konsep yang menempatkan manusia (dan bukannya Allah swt) di posisi pemegang kedaulatan membuat aturan hukum, maka demokrasi adalah ide kufur?

    semoga Allah memberkati anda, pak marwan yang baik.

    salam.

  7. Semoga gerbong-gerbong itu bersatu padu,
    dalam bingkai-Mu.

    ————
    amien…

  8. Salut.. ama penjelasan nadhif.. Lanjutkan, biar orang2 yang sembrono menggunakan istilah segera insyaf…

  9. WIH…NADHIV, KEREN BGT PENJELASANNYA…TETEP SEMANGAT ALLAHU AKBAR…SAATNYA KHILAFAH MEMIMPIN DUNIAAAAAAAAAAAAAAAAA

    —> thanx. saatnya kapitalisme meninggal duniaaaa…🙂

  10. udah kutulis berkali kali yang samar emang sekarang banyak yang pakai. ya begitulah…

  11. assalamu’alaykum., saluuut buat khilafah

  12. Emang sistem demokarsi yang di anut negara ini sudah banyak memakan korban banyak terutama rakyat kecil dan telah menguntungkan para kapitalis,jadi sudah saatnya sistem BUSUK ini WAJIB kita buang ke tempat sampah.

  13. Aww. Khi, afwan..mo minta ijin buat ambil tulisan antum yg ini buat dipajang diMagz kami, ionsyaAllah..
    Boleh&ridho??
    Syukron
    Wass.

    w3. silahkan. smg bermanfaat..🙂

  14. udah pada tahu konsep yang bener2 dari khilfah apa blom sih? siapa sih yang pertama kali mencetusin di era modern. Terus bagaimana argumen filosofisnya mengenai khilafah? Kalau belum tahu jangan ngomong dulu deh.

    Wa la taqulu ma laa ta’lamuun

  15. Tetap tenang, dan jangan pernah berputus asa terhadap rahmat Allah. Banyak sekali orang-orang yang memusuhi, setengah memusuhi, pura-pura tidak memusuhi, diam-diam memusuhi.. terhadap Islam.. dengan berbagai macam cara.. mereka di sekitar kita. Semoga Allah menjadikan mereka yang berjuang dijalan-Nya sebagai hujah-hujah Islam.. hingga jelaslah.. Al-Islamu ya’luu wa laa yu’laa ‘alaih.

  16. semakin bingung di buat oleh kalian…al-qur’an adalah sebuah doktrin dari tuhan yang menjadi dogma bagi setiap individu manusia ketika menyatunya firman dengan akal dan hati, yaitu iman. nah hari ini sejarah membuktikan pemerintahan islam ketika dipimpin para oligarki (umayyah, abbasiyah) berubah menjadi monarki? tentunya hal ini pun dibungkus dengan klaim bahwa mereka menjalankan HUKUM TUHAN? tapi apa daya perbedaan pemikiran, pendapat, dll yg sesuai dengan tuntunan agama dipenjarakan, dikucilkan ataupun dibunuh? demokrasi adalah istilah dalam sebuah sistem pemerintahan, ketika individu menguraikannya maka bercampurlah akal pikiran dengan nilai-2 yg dianutnya, termasuk kita “orang2 muslim”. sama halnya ketika para ulama mencoba menafsirkan al-qur’an dengan kategori berbagai cabang ilmu, maka lahirlah tafsir, fiqih, dll. tentu ini pun tak lepas dari pemikiran, maka lahirlah berbagai perbedaan lagi..sebut saja kita hari ini mengenal 4 madzhab? nah sama halnya dengan khilafah apakah anda juga menagatkan bahwa anda adalah orang2 terpilih ‘utusan tuhan” untuk menegakkan negara islam? jangan hanya klaim2 kebenaran yg memojokkan umat islam yg lainnya, sangka baik dunk!!.buat contoh dulu, dirikan sebuah desa yg menganut sistem khilafah yg kelompok anda maksud. orang akan melihat dengan mata kepala sendiri, hasilnya merupakan hipotesis Ha atau Ho…!!!

  17. Khilafah solusi final utk perubahan k arah kehidupan yg lbih baik.terbukti brtahan hampir 13 abad lamanya.khilafah dgn system ekonomi islamnya mampu mensejahtrakan rakyatnya.sementara demokrasi yg di agung-agungkan oleh barat srta pengikutnya,tdk mampu menyelesaikan masalah.yg ada kehancuran d mana-mana.intinya Demokrasi system kufur Burrr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: