terima kasih

Ibu Yayuk, Staf TU

Beliau sempat-sempatnya menelepon, mengingatkanku bahwa hari ini adalah batas akhir penyerahan berkas-berkas persyaratan ujian komprehensif yang akan dilaksanakan esok hari. Jika tidak diserahkan, aku harus menunggu satu semester lagi untuk bisa ujian.
Aku memang keterlaluan, mentang-mentang sibuk dengan perjuangan dan pekerjaan, sampai lupa kalau besok ada ujian. Terima kasih tak terhingga, Bu Yayuk. Engkau penyelamat.

Ibu Nur Mukminatien, Ketua Jurusan

Setelah berpayah-payah mengumpulkan berkas-berkas persyaratan, hal selanjutnya yang harus aku dapatkan adalah tanda tangan Bu Nur. Tanpa itu, tumpukan berkas itu tidak akan diproses oleh Bu Yayuk. Begitu memang prosedurnya. Aku pun mencari Bu Nur di ruang kerjanya. Nihil. Beliau tidak da di sana. Untungnya di pintu ruang tersebut terpampang jadwal rutin beliau. Hari kamis jam ke-7 s.d jam ke-8, beliau ngajar writing di J6. Aku pun segera ke sana untuk menyanggongnya.

Tapi bu nur tidak pernah datang. Para mahasiswanya pun sepakat untuk pulang setelah menunggu beliau hampir setengah jam. Aku semakin gundah. Jam menunjukkan pukul 13.30. Deadline yang diberikan bu yayuk hanya sampai pukul 15.

Aku pun setengah berlari mencari wartel yang buka. Dapat. Kutelepon bu nur, menanyakan dimana aku bisa bertemu beliau untuk minta tanda tangan. Ndilalah, HP beliau kehabisan batere. Beliau hanya sempat mengucapkan beberapa potong kata yang tidak jelas maksudnya karena terputus.

Dengan lunglai aku kembali ke bu yayuk. Maunya meminta belas kasihan. Tapi beliau tidak ada di tempat. Sedang sholat. Aku pun ke taman. Menemani mas nuri, bagian cleaning service, yang sedang duduk di bangku. Mungkin kecapekan. Aku ingin berbagi lelah dengannya.

Siapa sangka, sekian menit kemudian bu nur muncul. Alhamdulillah. Beliau bilang saat kutelepon tadi beliau sedang berada di tengah perjalanan pulang. Beliau kembali ke kampus hanya demi aku. Gila. Tanda tangan beliau pun akhirnya aku dapatkan, setelah memperoleh wejangan bahwa aku harus perhatian sama kalender akademik. Terima kasih, Bu Nur. Setinggi-tingginya.

Ibu Diah, warga Bandulan

Seharian muter-muter membuatku capek dan lapar. Dan Bu Diah menyiapkan untukku sebuah makan malam yang lezat. Terima kasih, Bu. Semoga Allah membalasnya dengan berlipat ganda.

Ibu Hardi, warga jalan Tirtonadi

Bu, terima kasih untuk jus apel buavita dan setoples kuenya. Terima kasih untuk tawaran tahu campurnya. (Maaf, masih kenyang karena habis makan di rumah Bu Diah). Dan… terima kasih untuk baju barunya. Buagus! Terima kasih. Terima kasih.

Rabb

Terima kasih, Ya Rabb. Hari ini Engkau kirim orang-orang baik hati pada hamba mungilMu ini. Besok ujian kompre, berikanlah pertolonganMu yang lain lagi. Engkau tahu, waktu belajar hamba sangat terbatas begini. So, Please.

(diekstrak dari pikiran, malam sebelum ujian kompre, nov 2006)

~ by ahmad nadhif on April 19, 2007.

One Response to “terima kasih”

  1. Woohoo!!! Let’s create some havoc in this blog!!! May i ? ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: