tiga purnama lagi

aku,
akan pergi untuk sebuah janji
biarkan sunyi merengkuh rumah ini
ke dalam dekapannya yang dingin
barangkali sedingin kota mati

kau,
masih bisa tinggalkan jejak di pekarangan
hanya saja akan kusembunyikan di kebun belakang
biar saja para kafilah penasaran
seperti halnya ketika mereka mereka-reka seraut wajah
di sebalik burqa

kita,
semoga bisa bertemu kembali di sini
mengukir cerita segala rasa
dalam secangkir kopi tubruk tanpa gula
yang pahitnya terasa manis
karena kita saling memandang

di sini, tunggu sekitar tiga purnama lagi.

~ by ahmad nadhif on June 26, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: