jelang kehadiranmu, tamu agung

jelang ramadhan. saat yang tepat untuk bersih diri. hati kotor, pikiran keji, ucapan-tulisan penuh dosa, dan tingkah laku durjana, saatnya dibawa menghadap Tuhan, mohon diampunkan. semoga masih tersisa embun di pucuk-pucuk ilalang untuk Kau teteskan pada kerontang jiwaku ini, Rabb. semoga pula masih deras mengalir air terjun tanpa nama, jauh di atas gunung yang juga tanpa nama, untuk Kau mandikan aku di sana, agar bersihlah diri. bersih. bersih.

juga aku datang kepadamu, wahai setiap musafir yang pernah singgah kemari, entah terdampar atau sengaja bertandang. juga kepadamu, setiap tuan rumah yang pernah kumasuki kediamannya, dengan ataupun tanpa mengetuk pintumu. juga kepadamu, wahai kisanak yang pernah berpapasan di jalan, dengan sapa hangat ataupun senyum sinis di antara kita. pendeknya, sesama rakyat yang pernah melihat, mendengar, menyentuh, mengecap, dan mencium aroma diriku. aku datang dengan sayap kurendahkan hingga terserak di atas tanah. atas nama setiap kata yang membuat luka, setiap kalimat yang membuat retak, dan setiap intonasi dan tanda baca yang membuat sayat, aku bersimpuh meminta sisa maaf. ijinkanlah aku melangkah mengarungi ramadhan kali ini dengan beban yang sedikit lebih ringan. ringan.

~ by ahmad nadhif on September 9, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: