bukan, itu pesawat!

“love is the most important thing in the world, but baseball is pretty good too.” ~Greg, age 8

“terpuruk, dia bilang.”

itu suara lirih mamad beberapa menit yang lalu. aku masih saja diam tak menanggapi. langit malam yang bertabur bintang ternyata sangat indah dipandangi dari sini, dari bubungan rumah ini. dan itu, bulan sabit awal ramadhan itu, indah sekali. ck ck ck.

“apa, mad? kau bilang apa tadi?” tanyaku, pura-pura tidak mendengarnya bicara.

“terpuruk, dia bilang.” ulangnya.

“memangnya ada apa dengan kata ‘terpuruk’?” tanyaku.

“kata itu mewakili sebuah penderitaan yang begitu dalam, beban yang begitu berat. dan aku merasa, dosa-dosaku padanya semakin sempurna.”

aku kembali terdiam, karena aku tahu ia belum selesai bicara.

“ini semua gara-gara penyakit cuek yang entah sudah berapa puluh tahun menyatu dalam darah dan dagingku. mestinya aku bisa menjaga perasaan orang. bukankah itu adalah hal pertama yang kupelajari darinya sekian tahun lalu, ketika sehari sebelumnya ia kutelantarkan dengan semena-mena di depan ruang guru. waktu itu, kamu dengar sendiri kan, dia bilang kira-kira begini: maaf, aku tidak bisa menunggu terlalu lama. aku harus menjaga perasaan ibuku.”

aku masih terdiam. mamad belum menuntaskan uneg-unegnya.

“aku bisa saja menyalahkannya atas kebiasaan diamnya itu, yang membuatku tidak tahu tentang apa yang tengah terjadi. tapi, bukankah aku juga yang dulu mencontohkan perbuatan tidak sopan itu? kau masih ingat kan ketika dia berteriak-teriak meminta (atau memastikan?) jawaban: ‘which sentence?! hey, which sentence?! knock! knock! anybody home?’ waktu itu pun aku diam seribu bahasa, hanya tersenyum dan memintanya mencari jawaban bukan dalam bentuk kata-kata.”

mamad mendesah.

aku masih terdiam. dia belum menuntaskan uneg-unegnya.

“aku bisa saja mencari-cari pembenaran atas keterdiamanku waktu itu. misalnya, meski aku tak bicara, toh dia bisa membaca mataku, air mukaku, bahkan senyumku itu. lha kalo sekarang, ketika jarak memisahkan, apa yang bisa aku baca jika ia diam?! tapi setelah dipikir-pikir, sebenarnya jarak pemisah itu tidak nyata. jarak, selamanya, sebagaimana yang aku yakini selama ini, tidak akan bisa memisahkan dua hati. karena itu, tidak ada alasan untuk tidak bisa mengerti hatinya selain fakta bahwa aku ini bukan paranormal, sebagaimana ia pun bukan!”

hati kecilku ingin tertawa. tapi aku masih terdiam. siapa tahu dia belum menuntaskan uneg-unegnya.

“aku sudah meminta maaf. tapi dia tidak pernah secara lugas memberi maaf. padahal aku ingin sekali mendengarnya bicara: ‘aku sudah memaafkanmu, damailah hatimu.’ atau, kalau tidak,: ‘tiada maaf bagimu sebelum kau jalani hukuman yang akan kutimpakan’.”

aku masih terdiam, menunggu lelaki yang tiba-tiba berubah sentimentil ini menuntaskan uneg-unegnya.

“hey, kamu kok diem aja sih? bicara dong! kasih masukan kek.”

sebenarnya, dalam hati aku berbisik lirih, ‘love quarrels are easy to make up, you know’, menirukan mrs. hill yang menasehati putrinya, phoebe, dalam the limerick gloves-nya maria edgeworth. tapi aku memilih tetap diam hingga..

“mad,” akhirnya aku bicara, “masukanku hanya ini: pacaran itu haram. h-a-er-a-em. haram!”

dia tersenyum manggut-manggut tanpa komentar. aku pun bicara lagi,

“dari tadi kamu ngomong terus, sekarang diamlah dan perhatikan bintang-bintang yang bertaburan di langit itu!”

mamad mendongakkan kepalanya. beberapa saat ia seperti terpukau. dan tak lama kemudian dia berujar,

“iya ya. indah! dan…hey, lihat di sebelah sana! ada bintang yang bergerak pelan ke arah timur!” teriaknya kegirangan.

“bukan bintang, itu pesawat!” bantahku gemas.

sidayu-solokuro-kuncup indah, minggu pertama ramadhan 1428

~ by ahmad nadhif on September 20, 2007.

2 Responses to “bukan, itu pesawat!”

  1. nice cerpen!

    ———-
    thanks, tp ini bukan cerpen. ini curhat🙂

  2. kau g akan pernah tau psikologis orang yg pengen ato uda pacaran.
    jadi mudah aja kau bilangntu haram. ha-er-a-em.

    >> emg gmn sih vid psikologi org pengen/udah pacaran? he he.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: