ternyata…Nadhif disponsori agen Kapitalisme

berikut ini adalah tulisan zayyin alfi jihad (kandidat master UIN sunan kalijogo) terkait dengan coretan saya (lihat di sini) dalam perdebatan hangat tentang syariah-khilafah, yang muncul lagi di milis MAPK JEMBER beberapa waktu lalu menyusul digelarnya KIKI 2007 di Gelora Bung Karno, 12 agustus 2007. tulisan zayyin ini memaksa saya untuk bertekuk lutut dan tertawa-tawa sendiri di warnet.

Saya terperangah membaca tanggapan Nadhif tentang persoalan khilafah dan penegakkan syariah. Dari tanggapan-tanggapan tersebut, tanpa sengaja saya menemukan beberapa kata yang menurut saya terbilang ganjil. Kata ini mewakili sebuah penanda yang cukup besar di baliknya (poin de capiton), yaitu agen Kapitalisme. Mana mungkin ini terjadi-saya masih terperangah- , gerakan HTI yang selama ini dikenal dengan penolakannya yang cukup tegas terhadap kapitalisme, tapi mengapa dalam tanggapannya tentang khalifah Nadhif malah berkali-kali memainkan penanda tersebut. Ada Apa denganmu Nadhif?????? ?????? Kalo anada masih penasaran, coba perhatikan kutipan tanggapan nadhif di bawah ini:

Sesungguhnya banyak bagian dari syariat Islam yang sangat gamblang, dimana tidak ada satupun orang Islam (sing genah) yang memahaminya secara berbeda. Misalnya, kewajiban zakat, shalat, puasa, haji. Itu pasti, tdk bisa ditolak. Shalat itu menghadap kiblat, maghrib tiga raka’at, shubuh dua raka’at, puasa wajib di bulan ramadhan, haji ke baitullah di mekkah dan sebagainya, juga sudah cukup clear kan? Kemudian tentang akhlak, mana akhlak yang baik dan mana akhlak yang buruk, juga cukup jelas. Tentang makanan, mana yang halal mana yang haram, itu cukup clear. Tentang aurat, mana yang aurat mana yang bukan sebenarnya juga cukup clear. Kalaupun ada perbedaan hanya menyangkut muka, apakah termasuk aurat atau bukan. Bahwa zina, riba, syirik, mencuri, membunuh manusia tanpa haq, semua itu terlarang, juga cukup jelas. Jadi, ada sangat banyak aspek syariat yang sebenarnya sudah clear, sehingga dalam hal seperti ini tidak perlu ada pertanyaan syariat Islam yang mana.

Dari kutipan tersebut, kalo saya tidak salah hitung, Nadhif menyebut sebuah merek dagang yang mewakili perusahaan transnasional yang berkembang di negara kita, yaitu Unilever. Kita mengenal Unilever dengan produk-produknya yang digunakan masyarakat dalam kesehariannya, seperti pasta gigi, sampo, sabun, dll.

Nah, dalam kasus ini, cukup jelas Nadhif berkali-kali menyebut kata Clear dalam argumentasinya tentang Khilafah. Walaupun penyebutan kata Clear ini mungkin bermaksud lain, tapi menurutku ada sebuah narasi yang tak terbaca dari kata tersebut. Kalau Nadhif ingin menggunakan kata tersebut untuk memberikan ta’kid dalam argumentasinya, kenapa dia tidak menggunakan kata yang lain, seperti jelas, gamblang, atau cetho welo-welo, kenapa yang dipilih Clear.

Kalo mengikuti teori habitusnya Bourdieu, pilihan Nadhif menggunakan kata Clear tidak semena-mena muncul begitu saja, sebab rasa pun, menurut Bourdieu, tidak pernah objektif. Pilihan selalu terkait dengan sejarah yang melingkupinya.

Jadi, keluarnya kata Clear dalam konteks Nadhif ini mengindikasikan ada faktor eksternal/sosialita s yang memengaruhinya, yaitu habituasi. Sebab, tidak mungkin kata-kata itu muncul begitu saja tanpa ada sebab yang melarbelakanginya.

Teori konspirasinya; mungkin, dari kecil Nadhif terbiasa menggunakan Clear sebagai merek sampo untuk membersihkan rambutnya yang tidak pernah panjang itu. Kondensasi yang terendap begitu lama ini lalu menumpuk di alam bawah sadarnya dan tiba-tiba tanpa sadar kata itu (Clear) keluar begitu saja untuk merepresentasikan keinginan Nadhif menerangkan kata jelas (Clear). Karena kebiasaan ini pula, ketika datang perusahaan transnasional meminang Nadhif untuk membiayai proyek besarnya ini dengan menggunakan merek sampo Clear, maka Nadhif dengan kontan mengatakan SETUJU.

Piye Ndet?……. ..

NB: Ojo dadi atimu ndet eh Ndhif, iki mung analisa konspirasi elek-elekan ala wong jogja

Wassalam
Zayyin
Ngayogyokarto Hadiningrat

~ by ahmad nadhif on September 21, 2007.

2 Responses to “ternyata…Nadhif disponsori agen Kapitalisme”

  1. mas, perasaan sampean nggawe shampo sunsilk deh mas ?

    ——————–
    bukan, wong aku langsung pake lidah buaya kok. di kali dekat rumah kan ada beberapa ekor tuh🙂

  2. Hahahahahaha…. Yoi, bro aspek semantik, nya.. agen memang…

    ————
    nama kok “kampring”! dari aspek semantik, apaan tuh artinya?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: