cak dhowi melawan kyai

“melawan, minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.” (jean marais)

selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia.” (komer)

semalam, 23.00 (kira-kira), di panti asuhan as-salam gondanglegi, malang, saya bertemu dengan seorang madura. baidlowi (akrab disapa cak dhowi), namanya. tiga lima tahun, kira-kira. saya merasa perlu mencatatkan namanya di sini karena, berdasarkan ceritanya semalam (yang tatapan polosnya membuat saya mempercayainya), dia telah melakukan tindak perkara besar di kampung halamannya: melawan kyai!

di pedalaman sumenep, dia lahir dan dibesarkan. di daerah ini, ramadhan adalah bulan paling basah bagi pak kyai. para penduduk desa diwajibkan menyerahkan zakat fitrahnya ke dia, bukan untuk disalurkan pada para mustahiq, melainkan untuk dijual ke para tengkulak! duitnya? tentu saja masuk ke kantong pribadi. warga desa, yang tidak tahu menahu mengenai fiqih zakat itu, pun diam saja, tunduk patuh, saminaa wa atha’naa, berharap dapat berkah.

suatu hari (entah tahun berapa, dia lupa) baidhowi muda bertekad untuk keluar dari kampung halamannya, mengikuti tradisi turun temurun orang-orang di sana. ia merantau ke jawa. dengan bekal ala kadarnya, terdamparlah ia di gondanglegi. di sinilah, setelah sekian waktu kemudian, dia terlibat dalam sebuah kepanitiaan penerimaan dan penyaluran zakat fitrah. maka tahulah dia akhirnya bagaimana seharusnya zakat fitrah itu disalurkan: bukannya ke pundi-pundi kyai, melainkan kepada para mustahiq, terutama fakir miskin. amarah pun muncul ketika dia teringat praktek busuk kyainya di desa.

sekian tahun kemudian (tepatnya berapa, dia juga lupa. yang jelas tahun 2005) dia pulang kampung untuk mengibarkan bendera perlawanan. dia datangi para penduduk desa dan “menghasut” mereka untuk menyerahkan langsung zakat fitrahnya kepada fakir miskin. lumayan juga hasilnya. dari seribu lebih orang-orang yang selama ini terkibuli pak kyai, 300 di antaranya berhasil diprovokasi. sisanya? masih sulit. kebanyakan mereka berpendapat bahwa ilmu baidhowi belum cukup untuk menantang kyai! sebagiannya lagi takut bahwa jika zakat mereka tidak dibawa ke pak kyai maka mereka tidak akan dapat berkah. mau tahu alasanny? hanya pak kyai saja yang bisa mendo’a-i harta zakat! weleh-weleh.

benar-benar menjengkelkan kan? lebih menjengkelkan lagi ketika saya mendengar bahwa para aparat desa maupun orang-orang yang seharusnya tahu penyimpangan habis-habisan ini membiarkan saja kemungkaran yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini. dan itu tidak hanya terjadi di desa cak dhowi, tetapi juga di banyak desa yang lain.

sejauh ini, perlawanan cak dhowi belum membuahkan hasil yang maksimal, meski lebih dari sangat layak untuk diapresiasi. karena itu, alangkah baiknya jika orang-orang yang mempunyai akses ke daerah-daerah tersebut, mengecek kebenaran cerita ini dan membantu mengubah keadaan jika memang demikian adanya. atau haruskah kita menunggu sampai datangnya para tentara khilafah?!

batuk romantis sudah tiga hari ini bertandang,
11 ramadhan 1428

~ by ahmad nadhif on September 23, 2007.

2 Responses to “cak dhowi melawan kyai”

  1. subhanallah, bagaimana mungkin bisa sama?

    ——————
    get “butter” soon ya.. he he. (bgNya tdk ada yg susah. tinggal bilang, “jadilah!”, maka jadi deh. miraculous for us; not at all for Him. right?).

  2. ketika kemarin saya lewat sms meminta mas aliem, orang yang mempertemukan saya dengan cak dhowi, untuk menanyakan pada cak dhowi apa nama desa dan kecamatannya di sumenep itu, jawabannya begini: “nama desanya salarangan, kecamatan larangan dalam. tapi, kyainya sudah meninggal 5 bulan yang lalu”. innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. semoga Allah mengampuni dosa-dosanya itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: