sembilan hari pertama

hari pertama
dengan seragam lorengnya, ia memperkenalkan diri dari balik jeruji jendela. minta ditegur jika suara tapenya terlalu keras. mohon maaf karena musiknya aneh. ketika kutanya apa musik kesukaannya, dia bilang: lagu-lagu ebiet! ouw, tentara yang baik, tebakku.

hari kedua-kelima
diskusi panjang lebar tentang begitu banyak hal: nasionalisme, hubungan polisi dan tentara yang kadang panas, ancaman yang dihadapi bangsa, pelepasan timtim, penjualan aset-aset negara, keharusan penataulangan pendidikan agama di sekolah, fanatisme islam, terorisme, hingga ideologi pancasila dan syariat islam.

hari keenam
dia mulai cerita banyak tentang masa lalunya, tentang sebuah pengalaman spiritual yang akhirnya mengubah cara hidupnya, dan tentang guru yang telah dianggap sebagai bapaknya. pembicaraan berakhir karena rasa lapar dan akhirnya masak bareng. nasi goreng yang lezaaat.

hari ketujuh-kedelapan
1) ngetik bareng makalahnya tentang upaya TNI dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. dari sini semakin kudalami pemikirannya.

2) aku masuk angin. diberinya aku “obat anti pukul” (yang biasa dipake utk menyembuhkan bekas pukulan dan tendangan di kalangan militer). manjur banget untuk masuk angin. sayang, nggak dijual di pasaran.

hari kesembilan
1) diberinya aku kaos doreng tentara. lucu tentu, tapi aku suka. “nggak akan ditangkap aparat pak org sipil pake kaos gini?” tanyaku. dia jawab, “bilang aja dikasih. kalo mau tangkap, tangkap aja yang ngasih.”

2) ketika tau orang tuaku nggak bakal datang saat aku wisuda sabtu besok, begini responnya, “seandainya saya nggak pulang ke jogja hari itu, tentu akan saya dampingi kamu, sebagai ganti orangtuamu. beneran!”. bikin haru.

3) ketika tau aku nggak punya pacar, dengan semangatnya ia mengenalkan seseorang. “ekonomi UGM, 23/24 tahun, jogja, berjilbab, dan ngajar juga kayak kamu.” seperti biasa, aku selalu kebingungan mencari-cari alasan.

terima kasih banyak untuk semuanya, komandan.
stereotypeku pada tentara selama ini sedikit terkikis.

~ by ahmad nadhif on October 31, 2007.

4 Responses to “sembilan hari pertama”

  1. tentara juga manusia.
    besok wisudah ta..slmat ya
    moga q nyusul thn depan

    ———-
    iya, tapi kayaknya ga bakal ikut upacaranya nih. makasih ya, saya doakan sampean cepet nyusul.
    eh, kenalkan diri dong. masak dah sering ngasih komen, tapi belum ketauan juga siapa sampean.

  2. met sarjana, Bro..”
    sarjana kadang kebih keliatan gagah dari tentara, loh..😀

    —————-
    thanks, bro.
    bukan hanya “kelihatan”, tapi kadang “kedengaran” juga kok😀

  3. benar. tentara juga manusia yang punya jiwa dan hati. sayang, harus terkungkung dalam seragam dan pangkat. salam kenal.

    ———————
    salam kenal juga.🙂

  4. Dia memang slalu memberi hal2 tak terduga dalam hidup seorg hamba.
    sy jg sering mengalami ini, bertemu org2 & hal2 tak terduga, meski sejenak tp rasanya sgt memberi makna ttg hidup itu sndiri. Betapa durhakanya saya (*garuk2 kepala krn msh sk males)

    salam..

    —————-
    begitulah, Dia mengajari kita dengan begitu banyak cara, sebagaimana ketika Dia mengirimkan seekor gagak pada Qabil, sang pembunuh pertama. (*maksudnya males keramas? :D)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: