m..a..t..i

Because I could not stop for Death—
He kindly stopped for me—
The Carriage held but just Ourselves—
And Immortality.

We slowly drove—He knew no haste
And I had put away
My labor and my leisure too,
For His Civility—

We passed the School, where Children strove
At Recess—in the Ring—
We passed the fields of Gazing Grain—
We passed the Setting Sun—

Or rather—He passed Us—
The Dews drew quivering and chill—
For only Gossamer, my Gown—
My Tippet—only Tulle—

We paused before a House that seemed
A Swelling of the Ground—
The Roof was scarcely visible—
The Cornice—in the Ground—

Since then—’tis Centuries—and yet
Feels shorter than the Day
I first surmised the Horses’ Heads
Were toward Eternity—

Emily Dickinson, “Because I Could Not Stop for Death”

mengejutkan! itulah kematian bu hasanah (70s), tetangga depan kos, kemarin sore. dia masih segar bugar saat mengikuti pengajian bertema kematian di masjid (yang siangnya aku jumatan di situ). keluar dari masjid, dia merasa kesulitan memakai sandal. limbung. dibopong ke sebuah rumah terdekat. ditawari minum. menolak karena tidak merasa haus. dibawa ke rumah sakit. meninggal di perjalanan.

anganku jadi terbang ke masa lalu. saat itu aku kira-kira masih di tahun ketiga sekolah dasar. aku sudah lupa nama wanita itu, tapi dia adalah isteri mbah mat said (penjaga masjid di kampungku). suami isteri yang sudah sama-sama uzur ini tengah larut dalam tahajud berjamaahnya. ketika sang suami bangkit dari sujud, isterinya tidak segera mengikuti. mungkin berdoa begitu banyak, pikirnya. tapi bukan, ternyata sang isteri telah menghadapNya.

sementara, berapa banyak yang mati saat pesta miras, pesta zina, pesta kedhaliman kekuasaan, dan pesta diam saat keangkaramurkaan di depan mata?

Rabb,
ketika apakah Kau akan memanggil kami nanti? apa yang akan kami lihat dan rasakan? apakah yang akan terjadi di hari-hari setelahnya? ahh, andai kematian bukan awal dari kehidupan, tentu kami tidak akan sekhawatir ini..

~ by ahmad nadhif on November 24, 2007.

One Response to “m..a..t..i”

  1. hr ini radar malang memberitakan kematian bu nur lestariningsih, 53, penghuni lapas wanita sukun. beliau meninggal sesaat setelah sholat tahajjud, sholat yang telah menjadi kegiatan rutinnya selama di lapas. allahummaghfirlaha, warhamha, wa’afiha, wa’fu ‘anha. amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: