maafkan ketakberdayaanku

tiga tahun makan masakanmu. minum air yang kau rebus. kadang menyesap teh dan kopi yang kau buat. juga sembunyi menyelamatkan diri di dapurmu dari kejaran guru-guru penghukum.

kau tak akan pernah bisa dihapus dari sejarah hidup kami, atau setidaknya hidupku.

maaem.jpg

tapi kini, ketika semua sudah menjadi puing dan abu, aku baru mengingatmu. hanya mengingatmu, dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika kabar itu datang seperti sembilu. menyayat. dan aku tidak berdaya. tenagaku entah kemana. tanganku begitu rapuh, laksana tanpa tulang. tiada guna.

…maafkan.

aku mengira reruntuhan itu tidak menyisakan duka. biarlah musnah, toh semua memang harus ada ujungnya, pikirku. tapi ternyata tidak sesederhana itu. di sana ada kau yang tercampakkan, seperti daun pisang di tepi jalan becek. sendirian dalam dingin yang entah kapan akan berakhir.

aku ingin datang kepadamu (ah, bukan datang, tapi pulang), meski tanpa membawa apa-apa selain telinga. tapi itu pun tidak bisa aku lakukan. aku bertekuk lutut di hadapan jarak dan keadaan. ahh..

…maafkan, hanya doa yang dapat aku kirimkan.

~ by ahmad nadhif on December 2, 2007.

One Response to “maafkan ketakberdayaanku”

  1. Mas Nadhif, kunjungi weblog saya di bob-sg.blogspot.com, yah.. Aku juga bisa menulis dan berkontribusi bagi masyarakat, loh… Seperti Mas..🙂 Salam. Semoga sukses dengan berbagai perencanaannya😉

    —-> ok, bob. thanks doanya. selamat berjuang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: