kau membuatku tersenyum lagi

hari ini kau membuatku tersenyum lagi, seperti malam itu. manis sekali. senyum yang, sekali lagi, mungkin tak akan pernah kau ketahui.

terkadang kau memang begitu menyebalkan. masih ingatkah kau ketika kau dapati aku membolos ta’lim dan malah sibuk mengerjakan majalah dinding, yang besoknya harus terbit? kau memburuku habis-habisan, yang waktu itu lari tunggang langgang begitu menyadari kehadiranmu. dan bagai polisi yang berhasil menangkap maling, kau pun keler aku dan menghukumku dengan entah berapa kali push up. ngos-ngosan.

tapi itu belum seberapa. kau pernah mengurungku di ruang kelas dan memaksaku belajar hingga tengah malam hanya karena sebelumnya aku ngambek tidak mengikuti kelasmu dan naik ke bubungan asrama menikmati langit yang bertabur bintang. sekitar 2 jam aku ada di atas genting, sampai kurasa keadaan telah aman dan kemudian turun. tapi ternyata dengan sabarmu kau tunggu aku di bawah, siap menimpakan hukuman. padahal, ngambekku waktu itu sangat beralasan. kau terlambat hampir setengah jam! bukannya minta maaf, kau malah mengurungku. tidak puas, besoknya kau masih suruh aku push up di atas meja sekolah dengan disaksikan kurang lebih 39 pasang mata.

kesalahanmu terlalu banyak untuk disebutkan, termasuk ketika kau dengan mudahnya menuduhku mengkonsumsi rokok semata-mata karena aku suka kopi. tapi yang paling menjengkelkan, nilai pelajaranku untuk mapel yang kau ampu, bahasa arab, tidak pernah lebih dari 6 (kata udin, lebih baik dapat 5 daripada 6. setidaknya bentuk angkanya sedikit lebih gagah). padahal, sebelum rapotan waktu itu, aku sudah bermandi keringat beberapa hari untuk menggalikanmu sumur. aku rela hanya kau upah dengan nasi bungkus, berharap nilaiku lebih baik. sebuah harapan yang ternyata tidak pernah menjadi kenyataan.

tapi malam itu kau benar-benat membuatku tersenyum. aku terbangun saat kau pelan-pelan membuka pintu, tapi aku pura-pura tetap terlelap. kau perhatikan aku yang tergolek pulas (dimatamu) di atas sofa, tanpa bantal dan selimut. kau pun masuk ke kamar mencari dua benda itu. bantalnya kau dapatkan, tapi selimutnya tidak. sebagai gantinya kau bawakan sajadah. dengan hati-hati kau angkat kepalaku dan menyisipkan bantal di sana. selanjutnya kau selimuti aku dengan sajadah. so sweet. ingin rasanya mengagetkanmu dengan berteriak, “whuaa, aku nggak tidur, whek!” tapi, mana mungkin aku berani? pasti akan kau tendang habis pantatku. akhirnya aku hanya bisa menahan senyum dapat mengerjaimu malam itu.

dan hari ini, kau kembali membuatku tersenyum. lusa kemarin, saat ketemu di jogja, kau memintaku untuk mencari seorang kakak kelas yang nun jauh di atasku dan belum pernah bertemu. bapak dua anak dengan pekerjaan yang belum tetap. tak ada nomor telepon, hanya nama sebuah jalan di kota malang yang tidak jelas nomor berapa rumah yang harus kutuju. kau ingin dia bisa menggantikanku menempati sebuah posisi yang sebentar lagi akan kutinggalkan. tapi belum sempat kucari orang itu, ibunya menelponku, bilang bahwa kemarin kau mengunjungi mereka untuk memberikan nomor hp-ku, sekaligus bercerita tentang aku yang mungkin bisa membantu.

adakah guru lain yang sepertimu? yang tidak hanya mengetahui di mana seorang murid yang sudah belasan tahun meninggalkan sekolah tinggal, tetapi juga mengetahui apa yang saat ini dibutuhkannya, dan mengunjunginya saat tahu mungkin bisa membantu, padahal ia tinggal di kota yang berbeda? aku begitu bangga pernah menjadi muridmu, meski bukan murid yang baik. ah, jadi ingat apa yang pernah kau katakan dulu.

“waktu saya dulu jadi murid, dan nakal, saya sudah tahu bahwa kelak jika saya jadi guru, saya akan memiliki murid yang juga nakal, sepertimu. maka jangan heran, jika kelak kamu jadi guru, murid-muridmu juga nakal”.

aku sudah siap, kapan pun murid-murid nakal itu akan datang. aku akan berusaha sesempurna mungkin mencintai mereka, sebagaimana kau melakukannya.

masih di malang, 9 januari 2008.

~ by ahmad nadhif on January 11, 2008.

One Response to “kau membuatku tersenyum lagi”

  1. kepada engkau, iya sy ikhlas kok artikel ini dicopas. no copyright. keep fighting!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: