di kota ini

di kota ini
mulai kami kumpulkan titik dan garis-garis terserak
dan menatanya di atas kanvas
untuk mencipta sketsa melodi terindah
sebuah mars perlawanan
dari ketukan yang kelak akan menjelma dentuman
berkali-kali!
hingga mayat demokrasi
ditemukan di pinggir jalan
sebagai sampah peradaban.

Po, 84th khilafah pergi untuk kembali

~ by ahmad nadhif on March 4, 2008.

One Response to “di kota ini”

  1. luarbiasa..
    makna begitu dalam terpendam dalam untaian kata..
    pedih mengiris, desir menjerit

    yah… lentera terang sudah mati dihempas angin…
    sunyi….

    Salam kenal pak! n sukses!🙂

    >> thx, zax. panggilan “pak” hanya berlaku di kelas. di sini, gak harus. he he. oya, jgn bilang2 ke yg lain ya kalo blog ini ada🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: