surat sahabat

berikut adalah sebuah email dari seorang teman nongkrong. saya putuskan untuk meng-uploadnya di sini, berharap akan ada yang bisa mengambil manfaat. semoga.

Malang, 15 April 2008

Assalamu’alaikum wr, wb.
Mas Nadhif, masih terkait dengan eMail saya sebelumnya. Saya masih bingung. Dan mungkin ada satu ata dua hal yang saya belum cerita dengan mas Nadhif. Dulu sekali, saya pernah berdoa-sampai beberapa kali-agar saya diberikan umur pendek, kalau sekiranya hidup saya malah memberatkan timbangan amal keburukan saya di akhirat nanti dan hidup saya malah menysahkan banyak orang. Tapi saya juga berdoa-agar diberikan umur yang panjang jika hidup saya memiliki timbangan amal kebaikan yang sangat berat dan hidup saya berguna bagi banyak orang.

Waktu itu, saya berdoa seperti itu karena, beberapa keluarga dekat saya meninggal di usia 80 dan 90an tahun tetapi belum bisa baca al_qur’an, belum shalat dan meninggalnya sulit banget. Sampai di akhir hayatnya menyusahkan banyak orang. Lha, saya gak mau mati dalm kondisi seperti itu. Terus beberapa minggu yang lalu, saya mimpi-saya meninggal dengan sangat mengenaskan. Saya melihat darah di mana-mana. Saya mendengar banyak suara-suara aneh yang seram. Terus saya melihat orang-orang yang saya kenal menangis. Dan saya ditolak bumi saat akan dikubur. Rasanya badan saya dipentalkan dari liang lahat.

Apa itu tandanya, emang doa saya dikabulkan ya Mas?? Saya mesti takut banget bayangkan kalau saya mati sampai seperti itu. Emang sih, mimpi sering saya anggap seperti nonton bioskop gratis saat tidur. Tapi kalau saya ingat doa saya beberapa tahun lalu dan korelasi mimpi saya yang strange and weird seperti itu. Rasanya, emang saya paten jadi penghuni neraka. Padahal saya belum punya sangu apa-apa. Dosa tiap hari jalan terus. Yang paling sulit dihentikan adalah, dosa akibat perbuatan mata dan mulut.

Tiap hari di jalan saya lihat ‘pemandangan’ sexy dan mata saya tidak bisa berhenti memandang apda pandangan pertama-yang katanya rezeki. Terus mulut saya kalau bicara udah ngalah-ngalahin John Lennon yang bilang-I’m more popular than Jesus Christ. Keduanya, masih yang kelihatan. Lha yang lain?? Gak kehitung deh.

Sebetulnya, apa benar sih-doa orang kepada orang meninggal tuh gak nyampe?? Karena katanya bukan anaknya. Padahal kalau gak salah, saya pernah baca artikel, nabi SAW pun mendoakan orang lain yang sudah meninggal. Padahal beliau bukan saudaranya. Lha, kalau saya mati benatr lagi-padahal nikah aja belum, masa mau punya anak yang berbakti?? Padahal, dulu saya waktu masih SD pernah sumpah gak akan nikah. Gara-gara lihat sinetron di TV yang ceritanya orang nikah terus berantem melulu. Lha kalau kayak gini, bagaimana menghukuminya??

Aduh Mas, maaf ya bikin repot sampeyan. Tapi emang hidup saya nih paling ruwet sedunia. Jim Morisson aja gak pernah ada ceritanya kayak gini. Padahal dia tiap hari nge-drugs sampe mati. Dan saya gak pingin kayak gitu. Orang jadi kayak gini aja udah ruwet.

Mungkin sekian aja dari saya. Dan sukur-sukur kalau mas Nadhif bisa kasih masukan dan advice.

Wassalamu’alaikum wr, wb.

SESEORANG

~ by ahmad nadhif on April 23, 2008.

3 Responses to “surat sahabat”

  1. muhasabah baek nih..:D

  2. padahal semua bukan masalah dosa atau pahala. kan Allah lebih penyayang daripada itu.

    kalo kamu bilang hidupmu ruwet, ya kamu bakalan bikin hidup kamu ruwet, terlepas sebelumnya ruwet atau nggak.

    aduh, aku nggak bisa ngasih saran. karena Allah punya rencana buat masing-masing orang. baca Al-Qur’an sendiri kan bukan masalah bisa baca dengan baik atau nggak. yang lebih penting, kamu membaca dengan cara yang dulu pernag dilakukan Ibrahim ketika “membaca” semesta. Iqro.

    percayalah Allah penyayang dan lembut. dan Allah nggak akan menyusahkan. tapi Dia selalu melapangkan.

    kalau kamu bisa meng-list daftar negatif-act kamu, berarti bisa merubahnya toh?

    kamu dalam tahap “losing my religion” ya? tahap mempertanyakan. maka, bertanyalah. Muhammad juga dulu bertanya. sebelum akhirnya Jibril datang. Ibrahim dulu bertanya dan “membaca”.

    menurutku, kamu nggak ruwet kok. masalahnya simple. jawabannya satu: tauhid.

    karena tauhid adalah hal yang paling mendasar, lebih mendasar daripada sholat dan mengaji. tauhid berarti tidak mempersekutukan. menerima selapang-lapangnya, Allah itu satu. berarti juga harus memahami sifat Allah dan percaya pada-Nya saja. jangan terlalu banyak berprasangka. Allah saja nggak pernah berprasangka sama kita. dia selalu bilang kalau kita adalah khalifah di muka bumi, kan?

    kalau masalah meninggal susah dll, jangan berprasangka burk juga. mungkin Allah sedikit menyusahkan untuk menegskan kehadirannya sama orang itu.

    masalah doa yang nggak nyampe, aku kira, daripada mempermasahkan sampe nggak sampe, mending memohon sama Allah biar disampein. kayak nitip salam sama orang yang kamu suka lewat orang lain gitu. Allah kan maha baik dan sangat dapat dipercaya. Allah nggak akan nyelewengin salam kita. aku kira gitu. kayak ibuku dulu. beliau diminta dokter menggugurkan kandungan karena kondisi janinnya nggak baik. tapi daripada mempermasalahkan kondisi janin, mencari tahu lebih banyak tentang masalah janin dll, ibuku memilih untuk berdoa. dengan percaya akan didengar. dan akhirnya, lahirlah adikku. sehat, cantik, dan pintar.

    Allah akan membuat semua mungkin. termasuk hal-hal yang “mission imposibble”.
    πŸ™‚

    >> give her standing applause, yuk.πŸ™‚

  3. ini cuma kunjungan biasa ja, saya blo mau kasi komen!πŸ™‚

    >> ntar kalo ksh komen harus hati2, biar ga ada yg marah. hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: