kisah jelang ramadhan

dia menuliskan kisah:

mungkin kau kira aku berlebihan saat hatiku berteriak, “jangan pergi”. andai kau tahu apa yang terjadi pagi harinya, saat ku tengah sendiri. kupertahankan sekuat tenaga apa saja yang telah kita miliki bersama dari siapapun yang hendak merampasnya di genggaman kita.

aku hanya ingin kau pulang dalam bahagia. membawa keutuhan rasa tanpa sedikitpun kerisauan. agar andai esok hari kau bertemu sedikit aral, tak secuilpun hatimu kan terluka. karena kepercayaanku telah sempurna padamu. begitu pula kau padaku, kuharap. Ya Rabb, lindungilah lisanku, lindungilah hatinya.

sungguh Engkau Maha Pendengar, alhamdulillah…
terimakasih telah mendengar dan mengabulkan doa-doa hamba. akhirnya, di penghujung hari, dia menyempurnakan kedamaian hati:

28/08/2008/23:22:42
Mksih ya, dah nemenin sharian. aq bhagia.🙂

subhanallah, sungguh Engkau Pemilik seluruh keajaiban menuliskan segala kisah dengan sempurna. tak terbilang buncah cintaMu terhadap kami. sembah sujud kami atas karuniaMu, ya Rabb. tuntunlah senantiasa jiwa raga kami dalam petunjukMu. amin.

dan aku membacakannya..

~ by ahmad nadhif on August 30, 2008.

One Response to “kisah jelang ramadhan”

  1. Makasih..
    Tapi jangan kenceng-kenceng ya deklamasinya, sudah malam, bapak ibuk ntar bangun lho, … 🙂

    >> lain kali deklamasinya di tengah hutan aja, mbangunin macan tidur!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: