kematian di tanah gersang

desa di dalam hutan. masuk melewati jalanan berbatu yang diselimuti tebalnya debu september. pohon-pohon jati di kanan kiri kering kerontang, meranggas tanpa sehelai pun daun, seakan terpapar kemarau sejak puluhan tahun lalu. rumah-rumah sederhana berjejar, sebagian dengan tumpukan jerami kering di halaman masing-masing. hingga di sebuah sudut, sebuah rumah kecil menebar anyir aroma duka. dalamnya terlihat gelap, kekurangan cahaya. beberapa wajah yang tertunduk sembab pelan-pelan terangkat ketika aku masuk bersama dua orang pemuda. tikar-tikar tergelar di ruang tamu. dua piring berisi batang-batang rokok sisa semalam tergeletak di tepian, tampak dingin dan tidak menggairahkan. sepi. diam. terdengar beberapa patah kata. lalu kembali sepi, dan diam. aroma duka semakin menyergap. semakin anyir.

anak itu baru 15 tahun. menjelang berbuka tiga hari lalu, dia tinggalkan rumah, desa, dan orang-orang tercintanya dengan begitu tiba-tiba. untuk selamanya.

kami milikMu, kembali padaMu.

senja di watubonang, hanya bisa berdoa, 24 september 2008

~ by ahmad nadhif on September 24, 2008.

One Response to “kematian di tanah gersang”

  1. 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: