suatu pagi di jalan sepi

kulihat
seonggok rembulan biru
terkapar di trotoar
tubuhnya babak belur
dihajar cinta
luka parah
seperti aku..

adakah yang bisa dibagi
selain resah?

~ by ahmad nadhif on September 29, 2007.

One Response to “suatu pagi di jalan sepi”

  1. dan resah itu dibagi hanya kepada-Nya, sebab Dia penggenggam dan penenang jiwa, pembolak balik hati yang hampa. meski pada akhirnya lahir suatu karya๐Ÿ™‚ dan entah berapa cc air mata serta untaian doa melantun.jika cinta dianggap luka, lalu apa lg yang dianggap berharga?thanks komennya bro, smoga senantiasa mutmainnah.

    ——————–
    amien. thx, sis. aku akan belajar menghargai luka.๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: